DUSUN UTARA – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar sosialisasi edukatif di SMAN 1 Dusun Utara. Kegiatan ini difokuskan pada dua isu krusial yang kerap mengancam masa depan generasi muda, yaitu tindakan perundungan (bullying) dan maraknya pernikahan usia anak.

Acara yang berlangsung di aula sekolah ini diikuti secara aktif oleh ratusan pelajar dan dewan guru. Sinergi ini dilakukan untuk membangun kesadaran kolektif dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang remaja yang sehat, aman, dan mendukung keberlanjutan pendidikan.
Dalam sesi materi, tim narasumber DP3APPKB memaparkan dampak buruk bullying, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis (cyberbullying) yang dapat merusak mental korban. Bersamaan dengan itu, dipaparkan pula risiko fatal dari pernikahan dini, mulai dari kesiapan mental yang minim, risiko kesehatan bagi ibu muda, potensi stunting pada anak, hingga dampak ekonomi yang memicu putus sekolah.
"Perundungan dan pernikahan usia anak adalah dua hal yang saling berkaitan dalam merenggut hak masa depan remaja. para siswa diharapkan agar berani menolak perundungan dan sepakat untuk menunda pernikahan demi mengejar cita-cita setinggi-tingginya," ujar perwakilan DP3APPKB di hadapan para siswa.
DP3APPKB juga mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor dalam menyebarkan nilai-nilai positif di lingkungan sekolah, serta berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan kekerasan dan pemaksaan perkawinan di bawah umur.
Pihak SMAN 1 Dusun Utara menyampaikan apresiasi besar atas jalannya sosialisasi ini. Edukasi ini dinilai sangat tepat sasaran dalam membentengi siswa dari pergaulan negatif, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung terwujudnya sekolah yang ramah anak dan bebas dari ancaman pernikahan dini.
