DUSUN UTARA – Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terus berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang merata bagi seluruh siswa di bumi Tambun Bungai. Salah satu wujud nyatanya adalah melalui program Ekstrakurikuler (Ekskul) Bahasa Asing yang pekan ini memasuki tahap krusial, yaitu pelaksanaan asesmen akhir.

Asesmen yang berlangsung selama lima hari, terhitung sejak Senin, 18 Mei 2026 hingga Jumat, 22 Mei 2026, ini disambut dengan antusiasme yang sangat luar biasa oleh para pelajar. Semangat tinggi ini salah satunya terlihat jelas di SMAN 1 Dusun Utara.

Manfaatkan Teknologi TV Interaktif dan Zoom

Untuk menjembatani jarak dan memastikan standarisasi mutu, pelaksanaan asesmen di SMAN 1 Dusun Utara dilakukan secara hibrida memanfaatkan teknologi digital. Para siswa berkumpul di ruang kelas dengan menghadap sebuah layar TV interaktif berukuran besar yang terhubung langsung via aplikasi Zoom Meeting.

Melalui skema ini, jalannya ujian dipantau dari dua sisi secara ketat:

  • Pengawasan Daring: Dipantau langsung oleh tim penguji pusat melalui ruang virtual Zoom.

  • Pengawasan Luring: Didampingi langsung di kelas oleh guru pendamping sekolah guna memastikan kelancaran teknis dan kondusivitas suasana.

Ujian Berbasis Google Form Berjalan Lancar


Dalam pengerjaannya, para siswa diarahkan untuk menjawab rentetan soal yang telah disusun matang sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan sebelumnya. Proses pengisian jawaban dilakukan secara digital menggunakan platform Google Formmelalui gawai (smartphone) masing-masing siswa.

Berkat persiapan yang matang dan pemahaman materi yang baik, pelaksanaan asesmen ini berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hasil yang diperoleh para siswa pasca-ujian pun dilaporkan cukup memuaskan dan memenuhi ekspektasi.

Program ekskul bahasa asing dari Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah ini diharapkan tidak hanya menjadi jembatan bagi siswa di daerah untuk menguasai bahasa global, tetapi juga membuktikan bahwa keterbatasan jarak bukan lagi penghalang untuk meraih kualitas pendidikan yang setara.