PENDANG, 8 April 2026 – Semangat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi menyelimuti siswa kelas XII SMAN 1 Dusun Utara. Seluruh siswa tingkat akhir di sekolah tersebut mengikuti kegiatan sosialisasi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah pada hari ini.
Menariknya, kegiatan ini dilakukan secara modern melalui TV Interaktif, memungkinkan seluruh siswa mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir dengan antusiasme tinggi meski berada di lokasi yang jauh dari pusat ibu kota provinsi.

Fokus Utama: Alur SNPMB hingga CBT
Dalam sosialisasi tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng membedah secara tuntas mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi tahun 2026. Materi yang disampaikan meliputi:
SNPMB (Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru): Penjelasan mengenai kuota dan persyaratan administrasi.
SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes): Strategi menghadapi ujian tulis berbasis standar nasional.
CBT (Computer Based Test): Teknis pelaksanaan ujian berbasis komputer agar siswa tidak canggung saat hari pelaksanaan.
Pendampingan Akademik melalui Try Out Ruangguru
Tidak hanya sekadar memberikan informasi, para siswa juga diarahkan untuk mengasah kemampuan mereka melalui simulasi ujian. Dinas Pendidikan telah bekerja sama dengan platform Ruangguru untuk mengadakan Try Out akbar melalui aplikasi.
Jadwal pelaksanaan Try Out tersebut ditetapkan pada:
Sesi I: 10 April 2026
Sesi II: 15 April 2026
Kegiatan simulasi ini bertujuan agar siswa dapat memetakan kemampuan akademik mereka dan terbiasa dengan pola soal yang akan diujikan dalam seleksi resmi nantinya.
Wujud Kepedulian Pemerintah Provinsi
Langkah masif ini merupakan bentuk nyata kepedulian Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah terhadap masa depan generasi muda di Bumi Tambun Bungai. Target utamanya adalah meningkatkan angka kelulusan siswa SMA se-Kalimantan Tengah di berbagai perguruan tinggi favorit di Indonesia.
Dengan adanya fasilitasi teknologi TV interaktif dan bimbingan daring, jarak tidak lagi menjadi penghalang bagi siswa di daerah untuk mendapatkan informasi pendidikan yang setara dengan siswa di kota besar.

