BARITO SELATAN — Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMAN 1 Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, hingga kini masih terus berlangsung. Langkah ini diambil akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu munculnya kabut asap cukup tebal di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan para siswa SMAN 1 Dusun Utara, jarak pandang di lokasi saat ini berkisar antara 200 hingga 300 meter. Kebijakan pelaksanaan PJJ ini mengacu pada kesepakatan antara satuan pendidikan dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, mengingat kualitas udara di Barito Selatan masih terlihat pekat dan berisiko bagi kesehatan jika kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara tatap muka.
Kepala SMAN 1 Dusun Utara, Piagusleani D. Munthe, S.Pd., M.Pd., secara aktif dan penuh semangat memantau jalannya pembelajaran daring melalui platform Zoom dan Google Meet di Kelas Digital Huma Betang. Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan efektif meski di tengah keterbatasan kondisi lingkungan.
Antusiasme belajar siswa juga tetap tinggi selama masa PJJ. Kendala jaringan internet yang sempat memunculkan kekhawatiran ternyata tidak menjadi penghalang. Ketika menghadapi masalah sinyal, para siswa berupaya mencari jalan keluar secara mandiri—mulai dari menumpang jaringan Wi-Fi terdekat hingga memanfaatkan opsi jaringan internet lainnya agar bisa tetap mengikuti materi pelajaran.